2/14/2019

Sinopsis Lagend Of Yun Xi Episode 11 Part 3

 Legend Of Yun Xi episode 11 part 3


Kediaman Pangeran Qin.

Yun xi sedang membaca buku lalu Ningjing datang dan tanya kepada yun xi apa yang dilakukannya Yun Xi menjawab sedang membaca Ningjing ke Yun Xi "Berhenti membaca, Kamu hampir menjadi pelakunya sekarang. Dengarkan aku, ada pasar di jalan barat sangat menarik dan ada pertunjukan lampion malam ini cepat ikut aku"

Yun xi "Aku membaca disini"

Ningjing "Tidak ada lagi membaca, dengarkan aku kamu harus menggabungkan tenaga dan istirahat jika kamu terus belajar seperti ini kamu mungkin sakit ya? Cepat ayo" Ningjing menarik Yun Xi


Di jalan ada rombongan prajurit yang dipimpin Jendral Mu untuk mengirim tahanan (yang sepertinya Yuze).

Qi Shao yang berada disana melihat rombongan itu melewatinya dan sepertinya sudah memiliki rencana untuk menyelamatkan Yuze

Di jalan lain Ningjing dan Yun Xi menari nari di jalan yang dihampiri penjual benda yang dipegang mereka untuk menari dan bertanya "Jika kamu suka ini, disini kita memiliki lebih banyak dari ini" Yun Xi menjawab sambil mengembalikan benda yang digunakan untuk menari dan menarik Ningjing serta berkata "Mungkin nanti, Terimakasih".

2/12/2019

Sinopsis Lagend Of Yun Xi Episode 11 Part 2

Lagen of yun xi episode 11 part 2


Yun xi mengikuti Fei Ye ketempat Yuze disekap dan dalam perjalanan mereka ada Qi Shao yang mengikuti mereka.
Tapi Qi shao kehilangan mereka saat ada orang mabuk yang menabraknya.
 Setelah Qi Shao pergi Yun Xi dan Fei Ye melanjutkan perjalanan.
Saat perjalanan tiba tiba Yun Xi merasa kesakitan dan Fei ye bertanya "Apa yg salah?"
Yun Xi "Aku baik baik saja"
Fei Ye "Pergelangan kakimu terkilir"
Yun Xi "Aku baik baik saja"
Meskipun Fei Ye masih kesal tapi Yun Xi tetap digendong dan didudukan.
Yun Xi heran karena Fei Ye bersikap dingin padanya dan bertanya "Yang Mulia apa kamu kesal hari ini"

 Fei Ye memunggungi Yun Xi "Apakah kamu tahu, kamu sudah menikah sekarang?"
"Aku tahu"
"Aku ingin kamu tahu kamu tahu, Kamu adalah istriku sekarang (Istri pangeran Qin)"
"Bagaimana apanya"
"Disiang hari, Siapa pria yang kamu temui di Apotek?" tanya Fey Ye yang cemburu wkwkwk.
 Yun Xi menjawab dan senyum senyum "Pangeran Qin yang hebat dan yang peduli tentang semuanya cemburu sekarang?"
Fei Ye tidak menyangkal juga tidak membenarkannya "Aku hanya tidak ingin membuat kita malu"
Yun Xi memberi tahu bahwa Qi Shao adalah pemilik Lembah Hantu
Yun Xi "Aku bertemu dengannya saat kau mengejarku dan aku berlari ke Lembahnya" Yun Xi memberi tahu jika Qi Shao orang baik yang memberinya Shenyou Gress untuk menyembuhkan bekas luka diwajahnya.
Fei Ye memberi tahu bahwa Yun Xi istrinya "Kamu harus berhati-hati terhadap mereka yang mendekatimu untuk tujuan lain"

9/29/2017

SINOPSIS Hospital Ship Episode 17 Part 2

Episode 17 Part 2

Perawat Pyo dan suster lainnya sedang menenangkan pasien agar operasinya bisa segera di mulai, namun pasien bersikeras tidak mau di operasi dan bertingkat brutal di ranjang operasi, dr. Song masih melihat tingkah pasien dan belum ikut campur dalam menenangkan pasien dan masih terlihat bingung dengan tindakan yang akan segera dilakukan di depan matanya.
Pasien itu terus berteriak “aku bisa mati kalau di operasi dengan mata terbuka lebar dan merasakan yang amat menyakitkan, bisa-bisanya kalian menyakitiku”.
Perawat Pyo : pak, tololng jangan keras kepala, kamu harus segera di operaasi agar bisa sembuh.
Tiba-tiba pasien merasa kesakitan lagi di bagian perutnya dan mengajukan sebuah permintaan “bisakah kalian membantuku berdiri? Dr. Hyun dan dr. Jae Geol masuk ruang operasi. Pasien itu bilang kalau dia ingin pergi ke suatu tempat “aku ingin mati seperti ini. dr. Geol dan yang lainnya masih melihat kakek itu.
Kemudian dr. Jae Geol mendekati kakek dan memegang erat tangan kakek, setelah tangan kakek di genggam oleh Jae Geol dia terdiam dan hanya melihat Jae Geol tanpa berkata sepatah katapun. Dr. Song, Dr. Hyun, Perawat Pyo dan perawat lainnya melihat kedekatan mereka.

Jae Geol memiliki masa lalu manis bersama kakek tersbut, dia mengingat kalau dulu kakek juga menggenggam tangannya sama seperti yang dia lakuakan kepada kakek saat ini, waktu itu kakek membujuk Jae Geol yang sedang menangis untuk pulang, namun Jae Geol tidak mau pulang dan meminta kakek melepaskan tangannya.
Jae Geol kecil : aku bisa kemanapun dan bunub diri (sambil terus menangis)
Kakek tak lelah menenangkan Jae Geol saat itu dan menawarkan untuk memperbaiki sepedanya, namun Jae Geol tetap menolak sambil menarik tangan dari genggaman sang kakek karena berusaha untuk pergi, dia terus berteriak “aku benci ibu dan ayah, aku akan bunuh diri saja”.
Kakek : Jae Seol... kamu masih anak-anak jangan mengatakan hal buruk seperti itu, kamu paham kan nak? Pasien tersebut (kakek) sangat berjasa bagi Jae Geol bahkan lebih berharga dibanding ayahnya, karena dia yang selalu menemani bermain menangis dan menanngkannya dikala sedih.

Jae Geol menenagkan sang kakek, yang lain terharu dengan sikap Jae Geol tethadap kakek itu, mereka hanya melihat percakapan Jae Geol dengan pasien.
Jae Geol : kakek marah-marah ? hanya aku yang pandai marah-marah, kenapa kakek meniruku? Apa kakek takut (dengan manisnya Jae Goel membujuk kakek unchhh...) dahulu aku takut, kukira orangtuaku akan meninggalkanku, jika aku tidak berbaat seperti kakaku (kakek hanya terdiam mendengar ceritak Jeo Geol dulu) aku takut, itu sebabnya aku merajuk, setiap aku merajuk, kakek yang selalu mengenggam tangaku seperti ini, kakek selalu menenangkanku, kakek sudah terlalu berjasa dengan tanga ini, kakek mengajariku bersepeda, kakek memasang roda ban di sepedaku, kakek melakukan hal yang selalu dilakukan oleh seorang ayah untuk anaknya.
Jae Geol menangis saat berbicara kepada kakek dan yang lain pun juga tersentuh dengan apa yang dikatakan Jae Geol kepada kakek. Kakek bertanya kepada Jae Geol “kapan kamu aka  berhenti memanggilku kakek?” mendengar pertanyaan itu Jae Geol langung menaikkan kepalanya.
Kakek : dulu kubiarkan kamu memanggilku kake karena kamu mendendam, namun jika sudah sembuh setelah operasi nanti, akan kupastikan kamu menjaga span santunmu.
Jae Geol : bisakah kita melakukan operasinya sekarang ?
Kakek pun akhirnya menangguk dan siap untuk dioperasi, Jae Geol tak henti meneteskan air mata di depan kakek, dan kakek bilang “kamu anak laki-laki, kenapa kamu menangis?” sambil mengusap air mata yang jatuh di pipinya.
Kakek terus mengenggam tangan Jae Geol dan bilang “astaga besar sekali, sejaka kapan tanganmun menjadi besar seperti ini?” (unch terharu lihatnya, jae Geol tak henti menangis) Jae Geol pun memberikan interupsi kepada dr. Song untuk memulai operasinya.

Operasi dimulai, semuanya sudah mulai melakukan persiapan operasi dan kakek pun terlihat sangat tenang meski menggunakan bius lokal, Jae Geol sibuk memasang anestesi akunpunkut di bagian-bagian tertentu. Dr. Song memperhatikan Jae Geol yang sedang memasang anestesi akunpunktur kepada kakek.
Dr. Song memberi interupsi kepada yang lain untuk mulai membedah hernia, lampu bedah pun dinyalakan dan mulai menyuntikkan obat-obatan kepada pasien.

Di luar ruang operasi yang lain sangat khawatir dengan operasi tanpa anestesi, kapten sangat resah dan terus mondar-mandir, salah satu temannya bilang “jangan mondar-mandir terus, itu membuatku pusing.
Pak han terlihat sangat sedih, dan kaptenpun menanyakan hal tersebut kepadanya.
Kapten : apa kamu menangis?
Pak Han : tidak, dia beralasan dokter dari departemen lain bekerja bersama-sama dan berusaha menyelamatkan pasien dan itu yang membuatku emosional.
Kapten paham dengan apa yang dirasakan pak Han saat ini.

Kembali ke ruang operasi. Selama ini operasi berjalan lancar, dr. Song meminta untuk menarik retraktornya agar terlihat lebih jelas, saat menarik retraktornya kakek sangat kesakitan namun Jae Geol langsung menenangkannya “tidak apa-apa, itu hanya perasaan” sang kakek pun kembali tenang, dokter lain sejenak terpaku ke Jae Geol dan melanjutkan kembali operasinya.

Para perawat dan dr. Joon Young datang ke ruang makan, disana ada Nona Choi sedang melamun sambil memagang pensil gambarnya, Para perawat membahas anestesi akunpunktur, berbeda dengan dr. Cha, dia terlihat resan dan mondar-mandir kesana kemari.
Kemudian salahs atu dari perawat bertanya “dr. Cha ? apa dokter percaya?” dr. Cha bilang “aku hanya mengharapkan keajaiban untuk operasi ini” Nona Choi masih melamun dan tidak terganggu dengan percakapan perawat.

Di ruang operasi, tiba-tiba perawat Pyo bilang “Dokter, kadar oksigen dalam darahnya... semuanya langsung melihat ke monitor dan susan ruang operasipun mulai genting.
Dr. Hyun : kenapa rendah sekali? Kamu yakin kondisi pasien stabil?
Ternyata itu sebuah kecerobohan dan Jae Geol bilang “maaf, pasti ini jatuh saat kita menggerakkannya, kakek masih terlihat tenang, dan operasipun dilanjutkan kembali.
Dr. Song : berapa lama lagi waktu kita?
Perawat Pyo : 13 menit.
Dr. Jae geol terus memperhatikan dr. Song ketika sedang membedah pasien...

Di luar ruang operasi, semua orang masih sangat khawati dengan operasinya, dan akhirnya dr. Song, dr Hyun dan dr. Jae Geol keluar dari ruang operasi, mereka langsung menanyakan haisl operasi dan keadaan pasiennya, dr. Song bilang bahwa operasinya berhasil, owhhhh betapa bahagianya mereka saat mendengar operasinya berhasil.
Salah satu dari mereka bertanya “benarkah akunpunktur membiusnya? Benarkah? Itu mustahil.
Joon Young (tiba-tiba muncul) : aku juga ingin ddiberi akupunktur, tapi itu musstahil. Pa Park lebih hebat menahannya dari pada kamu Jae Geol, mungkin dia berusaha menahan rasa sakit agar kamu terlihat lebih benar.
Dr. Hyun : tidak benar, mana mungkin bisa menahan rasa sakit dari pembedahan, bukan begitu dr. Song? (Jae Geol hanya diam saja dan melihat kesana kemari).
Dr. Song : tentu saja. Rasa sakitnya tidak bisa ditahan hanya dengan rasa kemauan.
Para dokter sangat kelelahan setelah melewati operasi, dan mereka pun pergi setelah menjawab pertanyaan para rekannya yang tidak ikut ke ruang perasi, seseorang bilang kalau dr. Song juga memihak dokter dari pengobatran korea? Kemudian Joon Young pergi membujuk Jae Geol yang terlihat marah kepadanya.

Jae Eun naik ke atas kapal, dia terlihat ingin menenangkan diri sambil menikmati hembusan angin laut.

Di sisi Lain Hyun pergi ke dapur dan mengambil 2 kaleng minuman (mungkin untuk dirinya dan Jae Eun) dia tersenyum kecil saat memegang dua kaleng minuman itu.

Saat Jae Eun asyik menikmati pemandangan laut seseorang menghampirinya dan menawarkan minuman untuknya, Jae Eun kaget karena orang itu Jae Geol (tak biasanya dia peduli dengan yang lain) Jae Geol meminta Jae eun untuk menerima minuman pemberiannya, Jae Eun pun akhirnya menerima minuman itu.
Jae Geol : kelak, aku akan membalas budi untuk operasi tadi.
Jae geol mengajak Jae Eun bersulang atas keberhasilannya hari ini, Jae Geol greget dengan sikap dingin Jae Eun, dan ia pun yang memulai bersulang.

Tiba-tiba Hyun datang ke atas kapal dan melihat Jae Geol mendekati Jae Eun, Jae Geol meminta Jae Eun untuk memberi selamat padanya. Dia pun memegang tangan Jae Eun dan mengeluskan di kepalanya sambil berkata “Kerja bagus dokter kim. Aku bisa menyelamatkan pasien berkat kamu” namun Eun Jae tidak merespon sedikitpun perkataan Jae Geol, dia hanya fokus melihat lautan. Hyun cemburu melihat Jae Geol yang sedang mendekati Jae Eun.

BERSAMBUNG KE EPISODE 18 PART 1 SELANJUTNYA>>

<< SINOPSIS HOSPITAL SHIP EPISODE 17 PART 1 SEBELUMNYA

SINOPSIS Hospital Ship Episode 17 Part 1

Episode 17 Part 1

Dr. Jae Gul sedang menenangkan diri di dermaga sambil menatap lautan yang luas, tiba-tiba ia melihat hyun berjalan da dia pun mendekati hyun, hyun mengatakan bahwa kamu bekerja kembali hari ini kepada dr. Jae Gul dan dia juga menanyakan kondisi ibumya setelah operasi.

Tiba-tiba dr. Jae Gul membahas perasaan Hyun kepada Jae eun, dia bilang kalau Hyun benar-benar menyukainya kamu harus berhati-hati karena besar kemungkinan dia akan merebut Jae Eun darinya, setelah pembicaraannya selesai dia pun langsung pergi begitu saja, dan Hyun masih berdiam diri meratapi perkataan dr. Jae Gul tadi. Dan ternyata dr. Jae Gul melihat percakapn mereka dari kapal, dan dia bingung dengan apa yang mereka bicarakan.
Hyun dan dr. Jae Gul sedang menggati seragam mereka, kemudian dr. Joon Young datang dan mengatakan bahwa sedang ada perkembangan pesat di kapal ini yaitu terjadi cinta segitiga di antara kalian dan dr. Song yang sangat menakutkan itu, dia mengtakan bahwa selera kalian sangat aneh karena menyukai dr. Song yang menakutkan, dia meminta kepastian kepada hyun dan dr. Jae Gul, seberapa besar rasa suka kalian kepada dr. Song.

Dr. Jae Gul: seberapa besar rasa cintamu? Katakan dengan jelas atau aku akan merebutnya
Dr. Joon Young: asstaga!!! Menakutkan sekali perkataanmu, bahkan dr. Song sama sekali bukan tipemu.

Hyun ingin tahu alasan kenapa dr. Jae Gul jadi bersikap aneh seperti ini, dia hanya menjawab kalau dr. Song tahu kapan waktunya harus berkorban, menurut dr. Joon Young perkataannya itu terdengar suram dan tidak pernah terdengar sebelumnya.

Dr. Jae Gul : Eun Jae menyelamatkan nyawa ibuku, kebaikan dibalas dengan nyawa. Begitulah sikap kesatria.

Dia menekankan kembali kepada hyun “jika kamu terlambat, Eun Jae menangis karena Nona Choi, aku akan berusahamerebutnya darimu sekuat tenaga, walau harus mati kehabisan darah.
Dr. Joon Young: kenapa ? kenapa harus sampai kehabisan darah ?
Dr. Jae Gul: aku bisa mati, karena dia mengejarku dengan pisau bedah.
Dr. Joon Young meledeknya : yeaaa, memang kamu bisa menggodanya?
Dr. Jae Gul: tentu saja, sekarang kan aku sudah dewasa.
Dr. Jae Gul menyemangati Hyun untuk berusaha lebih keras dan jangan sampai dr. Song direbut. Hmmm cinta seharusnya tidak sesuram ini. setelah percakapan mereka selesai dr. Jae Gul tiduran sambil tersenyum kecil, mungkin dia, sedang memikirkan dr. Song.

Saat Hyun keluar, Nona Choi sudah ada di depan pintu, hyun pun kaget kenapa Nona Choi ada di depan pintu, Nona Choi merasa kalau hyun menghindar karena dr. Song. Hyun menekankan kalau menguping itu tidak baik.

Nona Choi : sepertinya itu benar, relakan dia dan kembalilah padaku. Kamu tidak akan pernah bisa memilikinya.
Hyun : apa maksudmu ?
Nona Choi : kudengar, kamu dokter terakhir yang ibunya temui sebelum meinggal, ibunya meinggal karena kamu (dia menyalahkan Hyun atas kematian ibunya dr. Song)
Hyun tidak menerima dengan perkataan Nona Choi, namun nona choi tetap bersikeras kalau hyun sebenarnya bisa menolong ibu dr. Song, dia menekankan kalau dr. Song yang akan bilang begitu bukan dirinya.

Nona Choi : kalau dia ibumu, sanggupkah kau mencintai, dokter yang membiarkan ibumu meinggal.
Setelah nona choi selesai bicara hyun langsung pergi meninggalkannya tanpa bicara sepetah katapun.

Hyun berjalan di teras kapal, tiba-tiba dia melihat Eun jae di dermaga sedang dikerumuni banyak orang. Ternyata orang-orang itu menagih hutang ayahnya (Song Jae Joon) kepada Eun Jae.
Rentenitr : jika kamu tidak dapat melunasi hutanya... kamu harus melunasi hutang ayahmu.
Salah satu dari rentenir itu bilang “kudengar kamu seorang dokter?” namun yang lain menghentikan perkataannya dan bilang “jika kamu tidak mampu melunasinya, keluarkan organ tubumu dan jual saja untuk membayar hutang kepada kami” dia dengan lantang menekankan perkataannya “jika kamu tidak bisa, biarkan kamu yang melakukannya kepadamu”. Dr. Song hanya diam saja dengan apa yang mereka lakukan kepadanya. Mereka berjanji akan kembali menagih hutang kepadanya kapanpun jika mereka inginkan.

Setelah para rentenir menaiki mobi, Hyun datang dan bertanya “siapa mereka?” Eun jae mengacuhkannya pertanyaannya dan bilang “bukan urusanmu” hyun tidak memaksanya untuk menjawab tapi dia akan menanyakan langsung kepada mereka. Kemudian eun jae meoleh kembali dan menahan hyun yang akan mencari jawaban langsung kepada mereka. Hyun kembali menanyakan “siapa meraka? Kenapa mereka sangat tidak sopan?”
Eun jae : identitas mereka bukan urusanmu, jadi jangan mencampuri urusanku (langsung pergi bergitu saja).

Eun jae memasuki ruangannya, dan hyun juga mengikutinya, hyun memaksa eun jae untuk memberitahu siapa mereka. Eun jae bersikeras tidak mau memberitahu siapa meraka dan dia berbohong bahwa mereka wali pasien.
Hyun : apa pernah ada masalah di kapal atau di ruang IGD?
Eun jae mengatakan tidak pernah ada masalah apapun selama di kapal dan  bilang “kenapa kamu mempertanyakannya?” hyun hanya ingin tahu apa maslahnya dan siapa mereka, agar dia bisa membantu.

Eun jae : kenapa kamu ingin membantuku? Sudah kubilang kita hanya sekedar kolega tidak kurang dan tidak lebih. Jadi, selain urusan pekerjaan aku sama sekali tidak membutuhkan bantuanmu.
Hyun : lalu, kenapa kamu berusaha menghindariku? Karena aku kolegamu?
Eun jae : bikan.
Hyun : apa kamu terusik karena nona choi? Jika begitu, aku akan menjelaskannya.
Eun jae : kamu narsistik ? kamu begitu percaya diri.
Hyun menegaskan bukan karena hal itu dia bersikap seperti ini. Eun jae merasa sibuk dan meminta hyun untuk segera pergi dari ruangannya. Hyun masih terus membahasnya “jika bukan karena itu? Apa karena ibumu? Eun jae langusng terdiam.
Hyun : apa karena aku tidak bisa menyelamatkannya?
Eun jae : bukankah sudah jelas, jika aku ada diposisi itu, bisakah kamu tidak membeci aku? Keduanya pun terdiam.

Hyun kembali keruangannya dan memikirkan percakapannya dengan eun jae, dan dia bingung harus berbuat apa dan menghadapainya seperti apa. Di sisi lain eun jae juga memikirkan hal yang sama, tatapan mereka sama-sama kosong.


Eun jae mendapat panggilan telepon dari Woo Jae, dia pun langsung mengangkatnya “iya. Ada apa?” Woo jae langung memberitahu kalau dia adiknya, eun jae sudah mengetahuinya sebelum dia memberitahu. Eun jae tidak bertele-tele, dia langsung menanyakaan keinginan adikya.
Woo jae : kakak, bisakah mengirimkan uang 500 dollar lagi?
Eun jae sudah mengirimkan uangnya dua pekan lalu, namun woo jae bersikeras minta uang tersebut dengan alasan untuk uang semester dan dia membutuhkan lebih banyak uang untuk keperluannya.
Eun jae : kakak bukan bnak, cari uang di tempat lain saja.
Woo jae merengek agar tetap diberi uang, eun jae pun tidak mau kalah, dia mengancam adiknya akan memotong uang jajn bulan depan, woo eun pun tidak bisa berkata apa-apa. Kemudain eun jae menanyakan kepada adinya “apa ada seseorang yang menemuimu?”
Woo eun : apa? Penagih utang yang menanyakan soal ayah? (sambil melihat kesampingya) apa kakak yakin ayah ada di korea?
Eun jae yakin bahwa ayahnya ada di korea, dia meminta adiknya untuk langsung menghubungi jika dapat kabar tentang ayahnya. Meskipun terlihat seperti kakak yang menyeramkan, akhirnya dia akan mengirimkan uang untuk adiknya meski tidak sesuai dengan permintaannya awal. Dan itu hanya bulan ini saja, dia juga miminta adiknya untuk menggunakan uang tersebut dengan bijak.
Setelah menutup panggilan adiknya dia kembali kebingungan, dan ternyata suster pyo mendengar percakapnnya tadi di telpon.


Dan ternyata ayahnya ada saat mereka sedang menelpon dengan eun jae, ayahnya bertanya “bagaimana? Dia bilang apa?” dia memberitahu ayahnya kalau eun jae tahu ayah ada di korea, setelah mendengar itu ayahnya kaget dan langsung menegemasi pakaiannya, woo jae mencegahnya namun ayahnya bilang “ayah harus pergi, karena kakakmu lebih menakutkan dari penagih utang dan polisi.
Woo jae (langsung berdiri menahan ayahnya? memangnya ayah punya tujuan?
Ayah : ayah harus pergi.
Woo jae tetap menahannya dan mengajak dia untuk  beli makan bersama “jika ayah mau pergi setidaknya ayah harus makan dulu dan jangan membairakan perut ayah kosong” ayahnya tidak berkata apa-apa lagi setalh melihat kepedulian anak laki-lakinya.

Rumah Sakit Kapal mulai berlayar lagi, kapten dan pak anh mengumumkan kepada para nelayan untuk melakukan pengobatan di rumah sakit kapal dengan bantuan traktor, dia juga mempromosikan bahwa orang-orang dan dokternya sangat baik dan ramah, begitupun dengan obat-obatnnya juga bagus, mereka juga menyapa para ibu-ibu yang sedang sibuk bekerja.
Ada seorang ibu yang bilang “aku suka lupa minum obat, bahkan hari ini juga belum meminumnya” pak anh meminta ibu tersebut agar tidak telat minum obat. Mereka mulai mempromosikan rumah sakit kapal karena tidak datang setiap hari.


Mereka datang ke sebuah rumah, disana terlihat tidak ada orang yang tinggal di rumah tersebut, mereka terus berteriak “kami dari kapal rumah sakit” karena tidak ada yang menjawab seruannya, mereka sempat berpikir kalau orang rumah sedang pergi. Pak han bilang “dia jarang keluar rumah karena sakit stroke.

Tiba-tiba pak han mendengar suara, dan itu mengaggetkan kapten karena reaksi pak han, pak han pun pergi untuk mencari asal suara tersebut. Mereka sangat kaget melihat pasien tergeletak di tanah dalam keadaan kesakitan, mereka pun langsung membantunya bangun dan pak Han membopong kakek tua itu.


Kapten dan pak han akhirnya tiba di rumah sakit kapal membawa pasien, kapten langsung berteriak memanggil dr. Song karena butuh bantuannya. Di kapal sudah banyak pasien yang menunggu panggilan pemerikasaan, mereka khawatir melihat keadaan kakek itu, kemudian semua dokter keluar dari rauangan. Dr. Jae Gul kaget melihat pasien, karena dia pelayan rumah sewaktu dr. Aku pungtur kecil. Dr. Song datang dan langsung membawa pasien keruangannya. Selama menuju ruangan kapten bilang bahwa perut pasien kesakitan, dr. Jae Gul bilang “kenapa kamu tidak menghubungiku kakek” dr. Jae Gul sangat khawatit dengan keadaan si kakek, perawat pyo mengomeli pak han karena selalu menggendong di bagian yang sakit

Dr. Song memeriksa pasien, dr. Jae Gul bilang “keadaannya darudar, dia mengalami emmfisema paru-paru, suhu tubuh pasien 3,8 derajat celcius. “emfisema paru-paru adalah penyakit pada paru-paru, dr. Song memriksa lebih lanjut dan mendiagnosa ada hernia di bagian perut pasien. Namun Dr. Song tidak bisa mengobatinya secara manual dan perlu memeriksanya dengan USG, setelah melihat demamnya, menurut dr. Song ini adalah hernia terjepit, itu menyebabkan organ yang terlilit menyumbet aliran darah dan mulai membusuk.
Jae Gul : tidak bisakah kamu mengobatinya dengan operasi?
Dr. Song akan memerikasa hasil USG terliebih dahulu dan setelah itu baru bisa memutuskan bisa atau tidaknya melakukan operasi terhadap pasien. Pemeriksaan USG sedang berlangsung, diagnosa dr. Song benar kalau itu hernia terjepit.
Suster memberikan hasil tes darah kepada dr. Hyun, dia langung melihat hasil tes darahnya. Suster pyo memberitahu bahwa denyut nadi pasien makin cepat. Dr. Song panik dan langsung mengatakan “kita harus melakukan operasinya sekarang juga” namun dr. Hyun menahannya dan menunjukkan hasil tes darah kepada dr. Song. Dr. Song dan dr. Hyun terlihat sangat khawatir dengan hasil pemeriksaan darah tersebut.
Dr. Jae Gul marah-marah kepada hyun dan eun jae karena tidak bisa mengoperasi kakeknya, tapi dr. Song menekankan kalau dia bisa mengoperasinya, hyun bilang kalau dia yang mencegahnya.
Dr. Jae Gul: walau dokter bedahnya mengatakan bisa. Ini bukan transplantasi, ini hanya hernia. Dia cukup mahir untuk mengobatinya (sambil menunjuk dr. Song)
Dr. Hyun : dia mampu untuk membedah, dia dapat mengoperasinya tapi pasien ini tidak dapat dibius, dia tidak dapat menerima anestesi umum karena paru-parunya.
Dr. Jae Gul : bisu dia dari tulang punggung, bius tulang belakangnya, seperti pasien dengan tulang ruptur-testis.
Hyun tetap mengatakan “tidak” dan bilang kalau kamu juga tahu sebabnya. Hyun dan Jae Geol terus berdebat masalah operasi pasien dan bius. Dr. Song belum memberikan keputusannya dan masih mencerna perdebatan mereka. Perdebatan mereka semakin memanas dan seru.
Hyun : bahkan sebelum opersainya dimulai, anestesi ....
Jae Geol : dapat membunuhnya. (kemudian dia bertanya kepada dr. Song) kenapa kamu bilang dapat mengoperasinya? Apa yang bisa kamu lakukan ? (dengan sikap angkuhnya) bagiku pasien itu lebih bergharga dari ayahku.
Jae eun : pakai lidokaina untuk bius lokal
Jae Geol : apa?
Hyun : ini tidak mungkin
Eun jae (menegaskan) : jika tidak bertindak pasien akan meninggal.
Jae Geol terus mengoceh dan bagaimana caranya agar kakek bisa diselamatkan, Eun Jae dan Hyun masih terus berpikir. Dan akhirnya Hyun bilang “ayo mencobanya” dan bilang kepada Eun Jae “kamu akan mengoperasi dengan bius lokal.

Hyun : Jika operasi dibutuhkan, aku membutuhkan satu tindakan penyelamatan lagi.
Mereka mulai membahas teknik anestesi dengan akunpunktur, dan akan semakin menegangkan...
Eun Jae : bisakah anestesi dengan akunpunktru menjadi tindakan penyelamtan?
Hyun : pilihan kita tidka banyak (Jae Geol semakin khawatir) kita harus mengurangi rasa sakit untuk meminimalkan resiko dan kita harus menyelamtkan pasien, kemungkinan buruknya juga tidak berbahaya. Jae Eun masih belum angkat bicara.

Jae Geol : Dokter ... (memanggil dr. Song) akhirnya dr. Song pun siap untuk melakukan operasi dengan segala resiko yang akan dia hadapi menggunakan anestesi lokan dan anestesi akunpunktur.

BERSAMBUNG KE EPISODE 17 PART 2 SELANJUTNYA>>

<< SINOPSIS HOSPITAL SHIP EPISODE 16 PART 2 SEBELUMNYA

SINOPSIS Temperature Of Love Episode 4 Part 2

Episode 4 Part 2

Mereka berlari ke platform kereta, tersenyum lebar saat mereka berdampingan, dan membuatnya tepat pada waktunya. Jung-sun tertidur di kereta, dan ia bangun untuk menemukan Hyun-soo pergi. Khawatir, dia pergi mencarinya, akhirnya menemukannya di kompartemen di antara mobil, menikmati pemandangan. Dia mengatakan lagi bahwa dia bahagia, dan Jung-sun memutuskan bahwa mudah membuat Hyun-soo bahagia. Dia tidak menjawab, dan kereta api meluncur, menyebabkan Jung- matahari untuk menangkap dirinya sendiri sehingga ia tidak menabrak Hyun-soo.

Kedekatan membuat mereka lebih sadar satu sama lain, tapi Jung-sun mendukung dengan hormat. Hyun-soo mengatakan bahwa bukan Jung-sun yang membuatnya bahagia-dia memilih untuk bahagia dengan dirinya sendiri, dan memberikan kejadian yang sama. , cara dia menerimanya adalah apa yang menentukan bagaimana perasaannya. Jung-sun menjawab bahwa dia akan menerima nasehatnya untuk bertindak seusianya, karena biasanya dia serius dan bertanggung jawab. Tapi dia memutuskan bahwa hari ini dia ingin bertingkah seperti anak berusia 23 tahun, jadi dia mengatakan pada Hyun-soo, "Saya ingin menciummu."

Dia bertanya apakah dia perlu bertanggung jawab untuk menciumnya. Dengan senyuman, dia mengatakan tidak, dan dia mengatakan bahwa dia tidak tahu apakah yang dia rasakan adalah cinta.

Hyun-soo mengatakan bahwa dengan kejujuran seperti itu, dia tidak akan pernah membuat wanita menciumnya, karena wanita suka berfantasi bahwa pria mencium mereka karena mereka sedang jatuh cinta. Jung-sun hanya meletakkan tangannya di dinding di belakang kepalanya dan mengatakan kepadanya bahwa dia bisa menghindari ciuman itu jika dia mau.

Hyun-soo tidak menghindarinya, dan dia membiarkannya menciumnya. Ini tentatif dan manis, ciuman pertama yang sempurna, lalu Jung-sun menarik diri untuk mengukur reaksinya. Saat dia tidak bergerak menjauh, dia menyentuh bibirnya dengan lembut dan memijat wajahnya di tangannya.

Dia menciumnya lagi, dan kali ini dia tidak berhenti. Jung-sun semua tersenyum saat dia berjalan pulang nanti malam, tapi senyumannya memudar saat dia melihat ibunya sedang menunggu di bangunannya dengan barang bawaannya. Dia tidak senang melihatnya, ekspresinya waspada saat dia mengatakan bahwa dia merindukannya dan berterima kasih padanya karena selalu melindunginya.

Kata-katanya mengeruk kenangan buruk saat Jung-sun masih remaja dan orang tuanya masih bersama. Ayahnya mengeluh tentang makan malam, memukul ibu Jung-sun di kepala dengan sendoknya berulang-ulang.

Akhirnya Jung-sun mencengkeram lengan ayahnya, menghentikan pelecehan tersebut. Itulah saat ibunya mengatakan bahwa dia menginginkan sebuah perceraian. Pada saat ini, Jung-sun tidak mengucapkan sepatah kata pun kepada ibunya; dia hanya memberinya kamar untuk tidur dan pergi. Dia berkata ke ruangan kosong bahwa dia tahu dia marah, tapi dia masih ibunya, jadi dia akan mengerti.

Keesokan paginya, rekan kerja Hyun-soo terkejut saat dia muncul di tempat kerja, karena Writer Park mengatakan kepada mereka bahwa dia berhenti . Hyun-soo kaget saat Writer Park mengatakan bahwa ketika Hyun-soo meminta cuti, dia benar-benar berhenti, karena dia menunjukkan kurangnya komitmennya. Dalam omelannya, Taman Penulis secara tidak sengaja mengungkapkan alasan sebenarnya mengapa dia menghidupkan Hyun soo karena direktur drama menyuarakan keberatan yang sama yang telah diungkapkan Hyun-soo tentang naskahnya.

Dia menuduh Hyun-soo hanya berpura-pura bersikap baik dan pekerja keras, berteriak bahwa Hyun-soo akan sukses sebagai penulis karena orang jahat seperti dia selalu bertahan di industri ini. Dengan air mata di matanya, Hyun-soo mencoba membela diri, tapi Taman Penulis tidak memilikinya. Dia menendang Hyun-soo keluar dari kantornya, meskipun dia berjanji untuk tidak menyebarkan rumor buruk tentang dirinya. Hyun-soo hampir tidak berhasil mendapatkan privasi lift sebelum dia menyerah dan terisak-isak.

Ketika dia pulang, masa depannya menceritakan bahwa pada saat itu, dia hanya bisa memikirkan satu hal: bahwa dia harus menemui Jung -matahari. Saat dia mulai berlari menuruni jalan, dia menceritakan bahwa baru pada saat itulah dia menyadari bahwa dia memikirkannya pada saat putus asa-itu adalah cinta. Jung-sun bangun untuk menemukan ibunya meletakkan sarapan yang mewah, Tapi dia terus mengabaikannya.

Dengan frustrasi, dia meniupkan permintaan agar dia membayar kembali uang yang dia habiskan untuk menemukannya. Dia akhirnya berbicara, mengatakan bahwa dia tidak memintanya untuk mencarinya, terutama karena dia telah melepaskan teleponnya dan menghilang. Tiba-tiba dia terbelalak dengan linglung, tapi Jung-sun menyuruhnya untuk memotong tindakan ibu yang baik.

Ibunya menangis karena mereka sangat baik, dan mereka akan dihukum jika mereka berpisah. Jung-sun meludah bahwa dia lebih suka dihukum, karena bersamanya adalah hukuman tersendiri. Tangannya terbang keluar dan menamparnya, dan meskipun dia segera meminta maaf, Jung-sun memerintahkannya untuk keluar dari rumahnya saat dia kembali. Menangis seperti wanita gila dan menyingkirkan semua makanan dari meja dalam kemarahan. Dia menoleh padanya dengan marah, menuntut untuk mengetahui siapa wanita itu yang mengubahnya menjadi orang ini, dan dia menjerit kepadanya untuk berhenti.

Dia mengatakan bahwa dia melihat betapa bahagianya dia tadi malam dan bertanya apakah dia sangat mencintai wanita ini, kapan Dia melihat ibunya sendiri seperti dia menjijikkan. Dia tenggelam ke lantai, meratapi bahwa dia akan mati tanpanya.

Tidak perlu lagi menonton ini, badai Jung-sun keluar dari apartemen. Dia berjalan di jalan dengan satu pikiran di pikirannya-bahwa dia harus menemui Hyun-soo. Dia berpikir pada dirinya sendiri bahwa dia tahu mengapa dia perlu bertemu dengannya sekarang juga, dan dia menemukan bilik telepon terdekat dan memanggil nomor teleponnya.

Pada saat bersamaan, Hyun-soo berlari ke Jung-sun, dan dia menjadikan semuanya jalan menuju apartemennya. Dia menarik napas dan membunyikan bel pintu, tidak sadar bahwa orang di dalamnya bukan dia, tapi ibunya.


BERSAMBUNG KE EPISODE 5 PART 1 SELANJUTNYA>>

<< SINOPSIS TEMPERATURE OF LOVE EPISODE 4 PART 1 SEBELUMNYA

SINOPSIS Temperature Of Love Episode 4 Part 1

Episode 4 Part 1

Jung-sun berjalan ke rumah Hyun-soo yang sangat mabuk, dan saat dia berjalan melewati kakinya sendiri lagi. Jung-sun bertanya apakah dia mabuk, tapi dia sangat sedih karena dia jatuh sepanjang waktu. Dia menceritakan ucapan bahwa kamu mungkin juga beristirahat jika kamu jatuh, dan mempertimbangkan untuk berbaring di jalan.

Jung-sun bertanya apakah dia menggoda dia, yang berhasil membuatnya bangkit kembali segera. Dia bersikeras dengan marah bahwa dia tidak pernah main mata dalam hidupnya, tapi Jung-sun mengatakan bahwa dia mungkin baru saja menyembunyikan sisi dirinya itu sendiri. Hyun-soo menuduhnya berbicara seperti orang tua, menyuruhnya untuk bertindak seusianya, jadi dia mematuhi dengan memanggilnya "noona." Dia juga tidak suka itu, mengatakan bahwa itu membuatnya merasa tua.

Dia memanggilnya "Hyun-soo-ya," tapi dia juga tertawa menutupnya juga. Dia mengatakan kepadanya untuk memanggilnya "Hyun-soo-sshi," yang familiar tapi tidak terlalu familiar.

Pada sebuah gulungan, Jung-sun meminta nomor Hyun-soo. Dia mengalah, mengatakan bahwa dia akan memberikannya kepadanya, tapi dia belum mendapat pena. Dia bilang dia akan menghafalnya. Mereka berdiri di sana sambil saling tersenyum, seolah mengakui bahwa mereka telah melewati ambang batas bersama-sama.

Hyun-soo tiba di rumah untuk menemukan orang tuanya di sana, mereka adalah pasangan yang sedang bercumbu di gang. Bahkan Hyun-yi tertawa, maaf dia merindukan orang tuanya basah kuyup, dan Hyun-soo menebak bahwa mereka tertangkap sedang berciuman. Ibu mengatakan kepada anak perempuannya bahwa mereka seharusnya senang memiliki orang tua yang saling mencintai, membuat mereka merasa ngeri saat menampilkan kasih sayang mereka.

Jung-sun menyeringai melalui latihannya keesokan paginya, sementara Hyun-soo menyalakan beberapa musik untuk membantu dia bangun sendiri Dia membungkuk di sekitar ruang tamu sampai Hyun-yi membungkuk padanya untuk mematikan musiknya. Dalam perjalanan untuk bekerja, Jung-sun berhenti di sebuah bilik telepon untuk menghubungi Hyun-soo dan mengajaknya untuk makan bersamanya, dan dia mengatakan bahwa dia ingin mewawancarainya.

Hyun-soo dengan patuh meminta Taman Penulis untuk hari libur, siapa dengan enggan mengatakan bahwa dia bisa pergi. Dia menunggu Jung-sun di terminal bus, mengenakan gaun merah yang cantik, dan dia hampir melompat keluar dari kulitnya saat dia menemukannya berdiri beberapa inci di belakangnya, mengaguminya.

Dia terkejut mengetahui bahwa mereka akan sampai ke Beolgyo hanya untuk kerang, jadi Jung-sun menjelaskan bahwa dia suka makan makanan dari tempat asalnya. Di dalam bus, Hyun-soo menawarkan untuk berbagi makanan ringannya, dan meskipun dia mengatakan bahwa dia tidak peduli padanya, Jung-sun membutuhkan beberapa orang untuk bersikap sopan.

Hyun-soo mendesah dan mengatakan bahwa dia bahagia, menikmati perjalanan dan hari pertamanya. Istirahat sejak menjadi asisten penulis. Dia bertanya kepadanya apakah ada sesuatu yang istimewa dari seorang pria yang makan steak langka, yang dia rencanakan untuk memberi judul pada proyek berikutnya, dan memintanya untuk memikirkannya.


Ketika mereka sampai di tujuan mereka, Hyun-soo berputar dengan kebahagiaan pada kecantikan. Tempat itu, lalu berjalan melewati kakinya sendiri lagi. Jung-sun menangkapnya dan berkata untuk berhati-hati, dan mereka menuju ke restoran untuk makan malam. Hyun-soo bingung dengan cara Jung-sun mengeluarkan aroma sup mereka pada dirinya sendiri sebelum makan, tapi dia mencobanya dan mengakuinya. itu membuat makanan terasa lebih enak.

Setelah makan malam mereka ingin mengunjungi beberapa galeri seni, tapi semuanya tertutup. Mereka memilih sebuah toko teh, di mana Hyun-soo bertanya kepada Jung-sun lagi apakah dia memikirkan sesuatu yang unik tentang pria yang makan steak mereka langka. Dia mengatakan ini lebih tentang preferensi daripada kepribadian, yang membuatnya menggerutu karena dia sulit, karena dia membutuhkan karakter kepribadian untuk karakternya. Dia mengatakan kepadanya untuk lebih kreatif dengan ide ceritanya daripada mencoba mengubah fakta.

Mereka kembali ke stasiun bus, tapi pengemudinya kebetulan pukul malam dan bus tidak berjalan. Satu-satunya pilihan mereka adalah naik kereta api ke Seoul, tapi mereka tidak bisa memesan tiket lewat telepon. Jung-sun memimpin Hyun-soo di suatu tempat, dan dia menjadi waspada saat melihat bahwa mereka dikelilingi oleh motel dan orang mabuk. Dia tidak mengatakan apapun, tapi akhirnya membawanya ke sebuah kafe internet dan memesan tiket untuk kereta terakhir.

Dia mengambil satu menit ekstra untuk memeriksa emailnya, mengatakan kepada Hyun-soo bahwa dia mendaftar untuk menjadi magang di restoran Alain Passard dan dia menanti Sebuah Jawaban. Dia bertanya apakah itu berarti dia akan pergi ke Prancis, dan dia mengatakan bahwa dia akan pergi ke Prancis meski dia tidak mendapatkan pekerjaan itu, karena dia belum menyelesaikan sekolahnya. Tidak ada email, yang membuatnya sedih dan bahagia.

SINOPSIS Temperature Of Love Episode 3 Part 2

Episode 3 Part 2

Setelah layanan selesai, koki sous memerintahkan Jung-sun untuk membuat lebih banyak pure kentang, yang biasanya merupakan pekerjaan maknae. Jung-sun mulai berdebat, tapi temannya Won-joon memasuki dapur dan mengukur situasi. Dia bilang dia seorang dokter dan sangat memperhatikan kesehatan koki sous, membuat koki sous lari untuk segera check-up.

Asisten asisten teman Hyun-soo, Joon-ha, mencegatnya saat bekerja, mengatakan bahwa mereka membatalkan syuting drama mereka hari ini. Sutradara bertemu dengan bos Hyun-soo, Writer Park, tidak senang dengan cara kekerasan yang dia gambarkan pada pahlawan tersebut, yang mengubah e Seluruh pesan drama. Malu, Writer Park setuju untuk mengganti naskahnya. Won-joon terkesan dengan kemampuan pisau Jung-sun, jadi tentu saja Jung-sun memamerkan dan memotong dirinya sendiri.
Won-joon mengajukan untuk membantu, mengakui bahwa ia awalnya ingin menjadi koki, namun ayahnya membuatnya menjadi seorang dokter. Jung-sun memberitahu Won-joon untuk mengikuti mimpinya, entah itu untuk menjadi koki, atau untuk membuat impian ayahnya menjadi kenyataan, dan berakhir dengan headlock yang menyenangkan untuk masalahnya.

Sahabat Hyo-soo Hong-ah menghabiskan harinya di sebuah restoran mencoba untuk menulis, tapi dia berjuang dengan blok penulis. Dia kesal ketika seorang pria mengirim minuman ke mejanya dan duduk tanpa diundang, melihat dia menulis dan menawarkan untuk mengenalkannya pada seorang kerabat yang bekerja di sebuah stasiun TV.

Hong-ah membanting laptopnya dan berdiri untuk pergi, tapi pria itu menyiratkan bahwa dia menggoda, mengklaim bahwa dia menggoda dia terlebih dahulu. Tersinggung, Hong-ah melempar minuman yang dikirimnya kepadanya dan keluar dengan penuh kemenangan. Setelah sutradara itu pergi, Hyun-soo menunggu Taman Penulis di lorong, yang mencoba menyelamatkan muka dengan bersikeras bahwa dia benar-benar akan mengatakan segalanya. direktur mengatakan, dia hanya mengatakannya dulu.

Hong-ah bergabung dengan mereka dan bercanda bahwa Penulis Park Hyun-soo bekerja sangat keras sehingga dia tidak pernah melihat temannya. Writer Park mengambilnya dengan cara yang salah, dengan asumsi bahwa Hyun-soo telah mengeluhkannya. Dia mengatakan dengan tajam bahwa dia mempercayai Hong-ah saat dia merekomendasikan Hyun-soo untuk pekerjaan asisten penulis.

Dengan sangat baik, Hong-ah berhasil memuji Taman Penulis dengan suasana hati yang lebih baik. Begitu dia pergi, Hong-ah mengatakan pada Hyun-soo untuk hanya bertahan, karena tidak ada tempat untuk pergi jika dia dipecat dari pekerjaan asisten penulis. Untuk meniupkan uap, Hyun-soo dan Hong-ah pergi untuk bersenang-senang di Hong-ah's. convertible, Hyun-soo nongkrong di puncak terbuka dan bernyanyi bersama Girls's Generation Twinkle di bagian atas paru-parunya. Setelah mereka menetap, Hong-ah mengakui bahwa pengacara yang dia kencani sedang mencekiknya.

Hyun-soo mengatakan pada Hong-ah bahwa dia berpikir terlalu banyak, yang oleh Hong-ah adalah alasan mengapa dia ingin menjadi seorang penulis. Hyun-soo iri bahwa keluarga kaya Hong-ah terjadi untuk menghormati penulis.

Ketika Hong-ah menurunkannya di rumah, dia kehabisan untuk memberi pelukan besar kepada Hyun-soo, dan adik perempuan Hyun-yi memutar matanya dan menggeram pada Mereka, dalam suasana hati yang buruk seperti biasa.

Di rumah, Hyun-soo menemukan sebuah paket di atas meja, tapi sudah dikirim ke alamat yang salah. Seharusnya ia pergi ke tempat Jung-sun, jadi alih-alih mengirimkannya kembali melalui surat, Hyun-soo memutuskan untuk membawanya ke rumahnya secara pribadi.Jung-sun ada di rumah, dengan harapan mendapat jawaban dari koki Prancis yang terkenal, Alain Passard , yang dia kirimi email baru-baru ini. Dia kecewa, meski dia mendapat pesan obrolan dari Hong-ah menanyakan alamatnya. Bagi seorang pria yang mengklaim bahwa dia tidak mampu membeli ponsel, apartemen Jung-sun sangat mewah.

Hyun-soo menuju ke tempat Jung-sun, di mana dia menemukannya menunggu di jalan untuknya. Dia turun dari bungkusan itu dan berbalik untuk pergi, tapi Jung-sun memanggilnya untuk memberinya makan.

Dia menolak, jadi dia menggoda bahwa mungkin dia merasa tertekan sejak melihat dia sebagai pria, yang memiliki Hyun-soo berbaris kembali, menertawakan pipinya. Tapi itu berhasil, dan Jung-sun menyuruh Hyun-soo untuk mendekati balkonnya. Dia penasaran dengan apa yang ada di dalam paket, jadi dia menunjukkan kepadanya bahwa itu berisi rempah-rempah dari Perancis. Di kantornya yang gelap, Jung-woo berbicara dengan seseorang yang ada di telepon berbahasa Jepang.

Mereka sedang membicarakan seseorang, dan Jung-woo mengatakan bahwa mereka tampan, tapi mereka tidak memiliki pesona dan tidak cocok untuk kelompok mereka. Orang di sisi lain mengatakan dia akan terus mencari kandidat.

Setelah mereka menutup telepon, Jung-woo mengatakan pada dirinya sendiri bahwa ini adalah awal yang baru, dan dia akan menang, karena dia selalu menang. Dia mengeluarkan jam saku dengan sebuah mobil antik untuk kasus ini, membaliknya terbuka dan tertutup dengan kontemplatif. Jung-sun dengan hati-hati memotong salah satu truffle yang diberikan Jung Woo kepadanya, menjelaskan kepada Hyun-soo bahwa mereka sangat jarang.

Dia bertanya kepadanya berapa banyak yang dia lakukan per bulan, dengan jujur mengungkapkan gaji sendiri (sangat rendah), dan dia cemberut ketika jumlah yang dia mainkan hampir dua kali lipat dari apa yang dia buat. Dia mencatat bahwa apartemennya terlalu bagus untuk apa yang dia dapatkan, Tapi dia mengatakan bahwa dia menghabiskan semua yang dia buat dan tidak menyimpannya. Dia mengatakan kepadanya bahwa dia telah merawat dirinya sendiri sejak orang tuanya bercerai saat berusia lima belas tahun, dan dia membiarkan subjeknya jatuh.

Hyun-soo mencoba gigitan truffle, dan dia mengantisipasi reaksi kecewanya (mereka agak bersahaja). Dia menertawakan dirinya sendiri saat dia menjelaskan bahwa mereka sama sekali tidak menyukai dirinya sendiri, tapi ketika dia meletakkan roti sepotong dengan keju, Hyun-soo akhirnya menghargai selera itu.

Pasangan yang lebih tua berjalan-jalan di gang tangan-in- tangan, mengenang masa pacaran mereka. Sang istri menawarkan untuk mengingatkan suaminya bagaimana keadaan dulu, menyeretnya ke dinding dan melingkarkan lengannya di lehernya. Dia menariknya untuk ciuman yang seksi, tapi mereka segera mendapati diri mereka terkena hujan.

Mereka melihat ke atas untuk melihat seorang wanita berdiri di jendelanya dengan wa nya. Bisa, dan dia berteriak pada istri itu, dengan asumsi dia merayu suami orang lain. Pasangan tersebut berkeras bahwa mereka sudah menikah, namun wanita tersebut tidak mempercayainya dan mengusir mereka dengan air yang lebih banyak.