Showing posts with label Hospital Ship. Show all posts
Showing posts with label Hospital Ship. Show all posts

9/29/2017

SINOPSIS Hospital Ship Episode 17 Part 2

Episode 17 Part 2

Perawat Pyo dan suster lainnya sedang menenangkan pasien agar operasinya bisa segera di mulai, namun pasien bersikeras tidak mau di operasi dan bertingkat brutal di ranjang operasi, dr. Song masih melihat tingkah pasien dan belum ikut campur dalam menenangkan pasien dan masih terlihat bingung dengan tindakan yang akan segera dilakukan di depan matanya.
Pasien itu terus berteriak “aku bisa mati kalau di operasi dengan mata terbuka lebar dan merasakan yang amat menyakitkan, bisa-bisanya kalian menyakitiku”.
Perawat Pyo : pak, tololng jangan keras kepala, kamu harus segera di operaasi agar bisa sembuh.
Tiba-tiba pasien merasa kesakitan lagi di bagian perutnya dan mengajukan sebuah permintaan “bisakah kalian membantuku berdiri? Dr. Hyun dan dr. Jae Geol masuk ruang operasi. Pasien itu bilang kalau dia ingin pergi ke suatu tempat “aku ingin mati seperti ini. dr. Geol dan yang lainnya masih melihat kakek itu.
Kemudian dr. Jae Geol mendekati kakek dan memegang erat tangan kakek, setelah tangan kakek di genggam oleh Jae Geol dia terdiam dan hanya melihat Jae Geol tanpa berkata sepatah katapun. Dr. Song, Dr. Hyun, Perawat Pyo dan perawat lainnya melihat kedekatan mereka.

Jae Geol memiliki masa lalu manis bersama kakek tersbut, dia mengingat kalau dulu kakek juga menggenggam tangannya sama seperti yang dia lakuakan kepada kakek saat ini, waktu itu kakek membujuk Jae Geol yang sedang menangis untuk pulang, namun Jae Geol tidak mau pulang dan meminta kakek melepaskan tangannya.
Jae Geol kecil : aku bisa kemanapun dan bunub diri (sambil terus menangis)
Kakek tak lelah menenangkan Jae Geol saat itu dan menawarkan untuk memperbaiki sepedanya, namun Jae Geol tetap menolak sambil menarik tangan dari genggaman sang kakek karena berusaha untuk pergi, dia terus berteriak “aku benci ibu dan ayah, aku akan bunuh diri saja”.
Kakek : Jae Seol... kamu masih anak-anak jangan mengatakan hal buruk seperti itu, kamu paham kan nak? Pasien tersebut (kakek) sangat berjasa bagi Jae Geol bahkan lebih berharga dibanding ayahnya, karena dia yang selalu menemani bermain menangis dan menanngkannya dikala sedih.

Jae Geol menenagkan sang kakek, yang lain terharu dengan sikap Jae Geol tethadap kakek itu, mereka hanya melihat percakapan Jae Geol dengan pasien.
Jae Geol : kakek marah-marah ? hanya aku yang pandai marah-marah, kenapa kakek meniruku? Apa kakek takut (dengan manisnya Jae Goel membujuk kakek unchhh...) dahulu aku takut, kukira orangtuaku akan meninggalkanku, jika aku tidak berbaat seperti kakaku (kakek hanya terdiam mendengar ceritak Jeo Geol dulu) aku takut, itu sebabnya aku merajuk, setiap aku merajuk, kakek yang selalu mengenggam tangaku seperti ini, kakek selalu menenangkanku, kakek sudah terlalu berjasa dengan tanga ini, kakek mengajariku bersepeda, kakek memasang roda ban di sepedaku, kakek melakukan hal yang selalu dilakukan oleh seorang ayah untuk anaknya.
Jae Geol menangis saat berbicara kepada kakek dan yang lain pun juga tersentuh dengan apa yang dikatakan Jae Geol kepada kakek. Kakek bertanya kepada Jae Geol “kapan kamu aka  berhenti memanggilku kakek?” mendengar pertanyaan itu Jae Geol langung menaikkan kepalanya.
Kakek : dulu kubiarkan kamu memanggilku kake karena kamu mendendam, namun jika sudah sembuh setelah operasi nanti, akan kupastikan kamu menjaga span santunmu.
Jae Geol : bisakah kita melakukan operasinya sekarang ?
Kakek pun akhirnya menangguk dan siap untuk dioperasi, Jae Geol tak henti meneteskan air mata di depan kakek, dan kakek bilang “kamu anak laki-laki, kenapa kamu menangis?” sambil mengusap air mata yang jatuh di pipinya.
Kakek terus mengenggam tangan Jae Geol dan bilang “astaga besar sekali, sejaka kapan tanganmun menjadi besar seperti ini?” (unch terharu lihatnya, jae Geol tak henti menangis) Jae Geol pun memberikan interupsi kepada dr. Song untuk memulai operasinya.

Operasi dimulai, semuanya sudah mulai melakukan persiapan operasi dan kakek pun terlihat sangat tenang meski menggunakan bius lokal, Jae Geol sibuk memasang anestesi akunpunkut di bagian-bagian tertentu. Dr. Song memperhatikan Jae Geol yang sedang memasang anestesi akunpunktur kepada kakek.
Dr. Song memberi interupsi kepada yang lain untuk mulai membedah hernia, lampu bedah pun dinyalakan dan mulai menyuntikkan obat-obatan kepada pasien.

Di luar ruang operasi yang lain sangat khawatir dengan operasi tanpa anestesi, kapten sangat resah dan terus mondar-mandir, salah satu temannya bilang “jangan mondar-mandir terus, itu membuatku pusing.
Pak han terlihat sangat sedih, dan kaptenpun menanyakan hal tersebut kepadanya.
Kapten : apa kamu menangis?
Pak Han : tidak, dia beralasan dokter dari departemen lain bekerja bersama-sama dan berusaha menyelamatkan pasien dan itu yang membuatku emosional.
Kapten paham dengan apa yang dirasakan pak Han saat ini.

Kembali ke ruang operasi. Selama ini operasi berjalan lancar, dr. Song meminta untuk menarik retraktornya agar terlihat lebih jelas, saat menarik retraktornya kakek sangat kesakitan namun Jae Geol langsung menenangkannya “tidak apa-apa, itu hanya perasaan” sang kakek pun kembali tenang, dokter lain sejenak terpaku ke Jae Geol dan melanjutkan kembali operasinya.

Para perawat dan dr. Joon Young datang ke ruang makan, disana ada Nona Choi sedang melamun sambil memagang pensil gambarnya, Para perawat membahas anestesi akunpunktur, berbeda dengan dr. Cha, dia terlihat resan dan mondar-mandir kesana kemari.
Kemudian salahs atu dari perawat bertanya “dr. Cha ? apa dokter percaya?” dr. Cha bilang “aku hanya mengharapkan keajaiban untuk operasi ini” Nona Choi masih melamun dan tidak terganggu dengan percakapan perawat.

Di ruang operasi, tiba-tiba perawat Pyo bilang “Dokter, kadar oksigen dalam darahnya... semuanya langsung melihat ke monitor dan susan ruang operasipun mulai genting.
Dr. Hyun : kenapa rendah sekali? Kamu yakin kondisi pasien stabil?
Ternyata itu sebuah kecerobohan dan Jae Geol bilang “maaf, pasti ini jatuh saat kita menggerakkannya, kakek masih terlihat tenang, dan operasipun dilanjutkan kembali.
Dr. Song : berapa lama lagi waktu kita?
Perawat Pyo : 13 menit.
Dr. Jae geol terus memperhatikan dr. Song ketika sedang membedah pasien...

Di luar ruang operasi, semua orang masih sangat khawati dengan operasinya, dan akhirnya dr. Song, dr Hyun dan dr. Jae Geol keluar dari ruang operasi, mereka langsung menanyakan haisl operasi dan keadaan pasiennya, dr. Song bilang bahwa operasinya berhasil, owhhhh betapa bahagianya mereka saat mendengar operasinya berhasil.
Salah satu dari mereka bertanya “benarkah akunpunktur membiusnya? Benarkah? Itu mustahil.
Joon Young (tiba-tiba muncul) : aku juga ingin ddiberi akupunktur, tapi itu musstahil. Pa Park lebih hebat menahannya dari pada kamu Jae Geol, mungkin dia berusaha menahan rasa sakit agar kamu terlihat lebih benar.
Dr. Hyun : tidak benar, mana mungkin bisa menahan rasa sakit dari pembedahan, bukan begitu dr. Song? (Jae Geol hanya diam saja dan melihat kesana kemari).
Dr. Song : tentu saja. Rasa sakitnya tidak bisa ditahan hanya dengan rasa kemauan.
Para dokter sangat kelelahan setelah melewati operasi, dan mereka pun pergi setelah menjawab pertanyaan para rekannya yang tidak ikut ke ruang perasi, seseorang bilang kalau dr. Song juga memihak dokter dari pengobatran korea? Kemudian Joon Young pergi membujuk Jae Geol yang terlihat marah kepadanya.

Jae Eun naik ke atas kapal, dia terlihat ingin menenangkan diri sambil menikmati hembusan angin laut.

Di sisi Lain Hyun pergi ke dapur dan mengambil 2 kaleng minuman (mungkin untuk dirinya dan Jae Eun) dia tersenyum kecil saat memegang dua kaleng minuman itu.

Saat Jae Eun asyik menikmati pemandangan laut seseorang menghampirinya dan menawarkan minuman untuknya, Jae Eun kaget karena orang itu Jae Geol (tak biasanya dia peduli dengan yang lain) Jae Geol meminta Jae eun untuk menerima minuman pemberiannya, Jae Eun pun akhirnya menerima minuman itu.
Jae Geol : kelak, aku akan membalas budi untuk operasi tadi.
Jae geol mengajak Jae Eun bersulang atas keberhasilannya hari ini, Jae Geol greget dengan sikap dingin Jae Eun, dan ia pun yang memulai bersulang.

Tiba-tiba Hyun datang ke atas kapal dan melihat Jae Geol mendekati Jae Eun, Jae Geol meminta Jae Eun untuk memberi selamat padanya. Dia pun memegang tangan Jae Eun dan mengeluskan di kepalanya sambil berkata “Kerja bagus dokter kim. Aku bisa menyelamatkan pasien berkat kamu” namun Eun Jae tidak merespon sedikitpun perkataan Jae Geol, dia hanya fokus melihat lautan. Hyun cemburu melihat Jae Geol yang sedang mendekati Jae Eun.

BERSAMBUNG KE EPISODE 18 PART 1 SELANJUTNYA>>

<< SINOPSIS HOSPITAL SHIP EPISODE 17 PART 1 SEBELUMNYA

SINOPSIS Hospital Ship Episode 17 Part 1

Episode 17 Part 1

Dr. Jae Gul sedang menenangkan diri di dermaga sambil menatap lautan yang luas, tiba-tiba ia melihat hyun berjalan da dia pun mendekati hyun, hyun mengatakan bahwa kamu bekerja kembali hari ini kepada dr. Jae Gul dan dia juga menanyakan kondisi ibumya setelah operasi.

Tiba-tiba dr. Jae Gul membahas perasaan Hyun kepada Jae eun, dia bilang kalau Hyun benar-benar menyukainya kamu harus berhati-hati karena besar kemungkinan dia akan merebut Jae Eun darinya, setelah pembicaraannya selesai dia pun langsung pergi begitu saja, dan Hyun masih berdiam diri meratapi perkataan dr. Jae Gul tadi. Dan ternyata dr. Jae Gul melihat percakapn mereka dari kapal, dan dia bingung dengan apa yang mereka bicarakan.
Hyun dan dr. Jae Gul sedang menggati seragam mereka, kemudian dr. Joon Young datang dan mengatakan bahwa sedang ada perkembangan pesat di kapal ini yaitu terjadi cinta segitiga di antara kalian dan dr. Song yang sangat menakutkan itu, dia mengtakan bahwa selera kalian sangat aneh karena menyukai dr. Song yang menakutkan, dia meminta kepastian kepada hyun dan dr. Jae Gul, seberapa besar rasa suka kalian kepada dr. Song.

Dr. Jae Gul: seberapa besar rasa cintamu? Katakan dengan jelas atau aku akan merebutnya
Dr. Joon Young: asstaga!!! Menakutkan sekali perkataanmu, bahkan dr. Song sama sekali bukan tipemu.

Hyun ingin tahu alasan kenapa dr. Jae Gul jadi bersikap aneh seperti ini, dia hanya menjawab kalau dr. Song tahu kapan waktunya harus berkorban, menurut dr. Joon Young perkataannya itu terdengar suram dan tidak pernah terdengar sebelumnya.

Dr. Jae Gul : Eun Jae menyelamatkan nyawa ibuku, kebaikan dibalas dengan nyawa. Begitulah sikap kesatria.

Dia menekankan kembali kepada hyun “jika kamu terlambat, Eun Jae menangis karena Nona Choi, aku akan berusahamerebutnya darimu sekuat tenaga, walau harus mati kehabisan darah.
Dr. Joon Young: kenapa ? kenapa harus sampai kehabisan darah ?
Dr. Jae Gul: aku bisa mati, karena dia mengejarku dengan pisau bedah.
Dr. Joon Young meledeknya : yeaaa, memang kamu bisa menggodanya?
Dr. Jae Gul: tentu saja, sekarang kan aku sudah dewasa.
Dr. Jae Gul menyemangati Hyun untuk berusaha lebih keras dan jangan sampai dr. Song direbut. Hmmm cinta seharusnya tidak sesuram ini. setelah percakapan mereka selesai dr. Jae Gul tiduran sambil tersenyum kecil, mungkin dia, sedang memikirkan dr. Song.

Saat Hyun keluar, Nona Choi sudah ada di depan pintu, hyun pun kaget kenapa Nona Choi ada di depan pintu, Nona Choi merasa kalau hyun menghindar karena dr. Song. Hyun menekankan kalau menguping itu tidak baik.

Nona Choi : sepertinya itu benar, relakan dia dan kembalilah padaku. Kamu tidak akan pernah bisa memilikinya.
Hyun : apa maksudmu ?
Nona Choi : kudengar, kamu dokter terakhir yang ibunya temui sebelum meinggal, ibunya meinggal karena kamu (dia menyalahkan Hyun atas kematian ibunya dr. Song)
Hyun tidak menerima dengan perkataan Nona Choi, namun nona choi tetap bersikeras kalau hyun sebenarnya bisa menolong ibu dr. Song, dia menekankan kalau dr. Song yang akan bilang begitu bukan dirinya.

Nona Choi : kalau dia ibumu, sanggupkah kau mencintai, dokter yang membiarkan ibumu meinggal.
Setelah nona choi selesai bicara hyun langsung pergi meninggalkannya tanpa bicara sepetah katapun.

Hyun berjalan di teras kapal, tiba-tiba dia melihat Eun jae di dermaga sedang dikerumuni banyak orang. Ternyata orang-orang itu menagih hutang ayahnya (Song Jae Joon) kepada Eun Jae.
Rentenitr : jika kamu tidak dapat melunasi hutanya... kamu harus melunasi hutang ayahmu.
Salah satu dari rentenir itu bilang “kudengar kamu seorang dokter?” namun yang lain menghentikan perkataannya dan bilang “jika kamu tidak mampu melunasinya, keluarkan organ tubumu dan jual saja untuk membayar hutang kepada kami” dia dengan lantang menekankan perkataannya “jika kamu tidak bisa, biarkan kamu yang melakukannya kepadamu”. Dr. Song hanya diam saja dengan apa yang mereka lakukan kepadanya. Mereka berjanji akan kembali menagih hutang kepadanya kapanpun jika mereka inginkan.

Setelah para rentenir menaiki mobi, Hyun datang dan bertanya “siapa mereka?” Eun jae mengacuhkannya pertanyaannya dan bilang “bukan urusanmu” hyun tidak memaksanya untuk menjawab tapi dia akan menanyakan langsung kepada mereka. Kemudian eun jae meoleh kembali dan menahan hyun yang akan mencari jawaban langsung kepada mereka. Hyun kembali menanyakan “siapa meraka? Kenapa mereka sangat tidak sopan?”
Eun jae : identitas mereka bukan urusanmu, jadi jangan mencampuri urusanku (langsung pergi bergitu saja).

Eun jae memasuki ruangannya, dan hyun juga mengikutinya, hyun memaksa eun jae untuk memberitahu siapa mereka. Eun jae bersikeras tidak mau memberitahu siapa meraka dan dia berbohong bahwa mereka wali pasien.
Hyun : apa pernah ada masalah di kapal atau di ruang IGD?
Eun jae mengatakan tidak pernah ada masalah apapun selama di kapal dan  bilang “kenapa kamu mempertanyakannya?” hyun hanya ingin tahu apa maslahnya dan siapa mereka, agar dia bisa membantu.

Eun jae : kenapa kamu ingin membantuku? Sudah kubilang kita hanya sekedar kolega tidak kurang dan tidak lebih. Jadi, selain urusan pekerjaan aku sama sekali tidak membutuhkan bantuanmu.
Hyun : lalu, kenapa kamu berusaha menghindariku? Karena aku kolegamu?
Eun jae : bikan.
Hyun : apa kamu terusik karena nona choi? Jika begitu, aku akan menjelaskannya.
Eun jae : kamu narsistik ? kamu begitu percaya diri.
Hyun menegaskan bukan karena hal itu dia bersikap seperti ini. Eun jae merasa sibuk dan meminta hyun untuk segera pergi dari ruangannya. Hyun masih terus membahasnya “jika bukan karena itu? Apa karena ibumu? Eun jae langusng terdiam.
Hyun : apa karena aku tidak bisa menyelamatkannya?
Eun jae : bukankah sudah jelas, jika aku ada diposisi itu, bisakah kamu tidak membeci aku? Keduanya pun terdiam.

Hyun kembali keruangannya dan memikirkan percakapannya dengan eun jae, dan dia bingung harus berbuat apa dan menghadapainya seperti apa. Di sisi lain eun jae juga memikirkan hal yang sama, tatapan mereka sama-sama kosong.


Eun jae mendapat panggilan telepon dari Woo Jae, dia pun langsung mengangkatnya “iya. Ada apa?” Woo jae langung memberitahu kalau dia adiknya, eun jae sudah mengetahuinya sebelum dia memberitahu. Eun jae tidak bertele-tele, dia langsung menanyakaan keinginan adikya.
Woo jae : kakak, bisakah mengirimkan uang 500 dollar lagi?
Eun jae sudah mengirimkan uangnya dua pekan lalu, namun woo jae bersikeras minta uang tersebut dengan alasan untuk uang semester dan dia membutuhkan lebih banyak uang untuk keperluannya.
Eun jae : kakak bukan bnak, cari uang di tempat lain saja.
Woo jae merengek agar tetap diberi uang, eun jae pun tidak mau kalah, dia mengancam adiknya akan memotong uang jajn bulan depan, woo eun pun tidak bisa berkata apa-apa. Kemudain eun jae menanyakan kepada adinya “apa ada seseorang yang menemuimu?”
Woo eun : apa? Penagih utang yang menanyakan soal ayah? (sambil melihat kesampingya) apa kakak yakin ayah ada di korea?
Eun jae yakin bahwa ayahnya ada di korea, dia meminta adiknya untuk langsung menghubungi jika dapat kabar tentang ayahnya. Meskipun terlihat seperti kakak yang menyeramkan, akhirnya dia akan mengirimkan uang untuk adiknya meski tidak sesuai dengan permintaannya awal. Dan itu hanya bulan ini saja, dia juga miminta adiknya untuk menggunakan uang tersebut dengan bijak.
Setelah menutup panggilan adiknya dia kembali kebingungan, dan ternyata suster pyo mendengar percakapnnya tadi di telpon.


Dan ternyata ayahnya ada saat mereka sedang menelpon dengan eun jae, ayahnya bertanya “bagaimana? Dia bilang apa?” dia memberitahu ayahnya kalau eun jae tahu ayah ada di korea, setelah mendengar itu ayahnya kaget dan langsung menegemasi pakaiannya, woo jae mencegahnya namun ayahnya bilang “ayah harus pergi, karena kakakmu lebih menakutkan dari penagih utang dan polisi.
Woo jae (langsung berdiri menahan ayahnya? memangnya ayah punya tujuan?
Ayah : ayah harus pergi.
Woo jae tetap menahannya dan mengajak dia untuk  beli makan bersama “jika ayah mau pergi setidaknya ayah harus makan dulu dan jangan membairakan perut ayah kosong” ayahnya tidak berkata apa-apa lagi setalh melihat kepedulian anak laki-lakinya.

Rumah Sakit Kapal mulai berlayar lagi, kapten dan pak anh mengumumkan kepada para nelayan untuk melakukan pengobatan di rumah sakit kapal dengan bantuan traktor, dia juga mempromosikan bahwa orang-orang dan dokternya sangat baik dan ramah, begitupun dengan obat-obatnnya juga bagus, mereka juga menyapa para ibu-ibu yang sedang sibuk bekerja.
Ada seorang ibu yang bilang “aku suka lupa minum obat, bahkan hari ini juga belum meminumnya” pak anh meminta ibu tersebut agar tidak telat minum obat. Mereka mulai mempromosikan rumah sakit kapal karena tidak datang setiap hari.


Mereka datang ke sebuah rumah, disana terlihat tidak ada orang yang tinggal di rumah tersebut, mereka terus berteriak “kami dari kapal rumah sakit” karena tidak ada yang menjawab seruannya, mereka sempat berpikir kalau orang rumah sedang pergi. Pak han bilang “dia jarang keluar rumah karena sakit stroke.

Tiba-tiba pak han mendengar suara, dan itu mengaggetkan kapten karena reaksi pak han, pak han pun pergi untuk mencari asal suara tersebut. Mereka sangat kaget melihat pasien tergeletak di tanah dalam keadaan kesakitan, mereka pun langsung membantunya bangun dan pak Han membopong kakek tua itu.


Kapten dan pak han akhirnya tiba di rumah sakit kapal membawa pasien, kapten langsung berteriak memanggil dr. Song karena butuh bantuannya. Di kapal sudah banyak pasien yang menunggu panggilan pemerikasaan, mereka khawatir melihat keadaan kakek itu, kemudian semua dokter keluar dari rauangan. Dr. Jae Gul kaget melihat pasien, karena dia pelayan rumah sewaktu dr. Aku pungtur kecil. Dr. Song datang dan langsung membawa pasien keruangannya. Selama menuju ruangan kapten bilang bahwa perut pasien kesakitan, dr. Jae Gul bilang “kenapa kamu tidak menghubungiku kakek” dr. Jae Gul sangat khawatit dengan keadaan si kakek, perawat pyo mengomeli pak han karena selalu menggendong di bagian yang sakit

Dr. Song memeriksa pasien, dr. Jae Gul bilang “keadaannya darudar, dia mengalami emmfisema paru-paru, suhu tubuh pasien 3,8 derajat celcius. “emfisema paru-paru adalah penyakit pada paru-paru, dr. Song memriksa lebih lanjut dan mendiagnosa ada hernia di bagian perut pasien. Namun Dr. Song tidak bisa mengobatinya secara manual dan perlu memeriksanya dengan USG, setelah melihat demamnya, menurut dr. Song ini adalah hernia terjepit, itu menyebabkan organ yang terlilit menyumbet aliran darah dan mulai membusuk.
Jae Gul : tidak bisakah kamu mengobatinya dengan operasi?
Dr. Song akan memerikasa hasil USG terliebih dahulu dan setelah itu baru bisa memutuskan bisa atau tidaknya melakukan operasi terhadap pasien. Pemeriksaan USG sedang berlangsung, diagnosa dr. Song benar kalau itu hernia terjepit.
Suster memberikan hasil tes darah kepada dr. Hyun, dia langung melihat hasil tes darahnya. Suster pyo memberitahu bahwa denyut nadi pasien makin cepat. Dr. Song panik dan langsung mengatakan “kita harus melakukan operasinya sekarang juga” namun dr. Hyun menahannya dan menunjukkan hasil tes darah kepada dr. Song. Dr. Song dan dr. Hyun terlihat sangat khawatir dengan hasil pemeriksaan darah tersebut.
Dr. Jae Gul marah-marah kepada hyun dan eun jae karena tidak bisa mengoperasi kakeknya, tapi dr. Song menekankan kalau dia bisa mengoperasinya, hyun bilang kalau dia yang mencegahnya.
Dr. Jae Gul: walau dokter bedahnya mengatakan bisa. Ini bukan transplantasi, ini hanya hernia. Dia cukup mahir untuk mengobatinya (sambil menunjuk dr. Song)
Dr. Hyun : dia mampu untuk membedah, dia dapat mengoperasinya tapi pasien ini tidak dapat dibius, dia tidak dapat menerima anestesi umum karena paru-parunya.
Dr. Jae Gul : bisu dia dari tulang punggung, bius tulang belakangnya, seperti pasien dengan tulang ruptur-testis.
Hyun tetap mengatakan “tidak” dan bilang kalau kamu juga tahu sebabnya. Hyun dan Jae Geol terus berdebat masalah operasi pasien dan bius. Dr. Song belum memberikan keputusannya dan masih mencerna perdebatan mereka. Perdebatan mereka semakin memanas dan seru.
Hyun : bahkan sebelum opersainya dimulai, anestesi ....
Jae Geol : dapat membunuhnya. (kemudian dia bertanya kepada dr. Song) kenapa kamu bilang dapat mengoperasinya? Apa yang bisa kamu lakukan ? (dengan sikap angkuhnya) bagiku pasien itu lebih bergharga dari ayahku.
Jae eun : pakai lidokaina untuk bius lokal
Jae Geol : apa?
Hyun : ini tidak mungkin
Eun jae (menegaskan) : jika tidak bertindak pasien akan meninggal.
Jae Geol terus mengoceh dan bagaimana caranya agar kakek bisa diselamatkan, Eun Jae dan Hyun masih terus berpikir. Dan akhirnya Hyun bilang “ayo mencobanya” dan bilang kepada Eun Jae “kamu akan mengoperasi dengan bius lokal.

Hyun : Jika operasi dibutuhkan, aku membutuhkan satu tindakan penyelamatan lagi.
Mereka mulai membahas teknik anestesi dengan akunpunktur, dan akan semakin menegangkan...
Eun Jae : bisakah anestesi dengan akunpunktru menjadi tindakan penyelamtan?
Hyun : pilihan kita tidka banyak (Jae Geol semakin khawatir) kita harus mengurangi rasa sakit untuk meminimalkan resiko dan kita harus menyelamtkan pasien, kemungkinan buruknya juga tidak berbahaya. Jae Eun masih belum angkat bicara.

Jae Geol : Dokter ... (memanggil dr. Song) akhirnya dr. Song pun siap untuk melakukan operasi dengan segala resiko yang akan dia hadapi menggunakan anestesi lokan dan anestesi akunpunktur.

BERSAMBUNG KE EPISODE 17 PART 2 SELANJUTNYA>>

<< SINOPSIS HOSPITAL SHIP EPISODE 16 PART 2 SEBELUMNYA

9/28/2017

SINOPSIS Hospital Ship Episode 3 Part 2

Episode 3 part 2

Eun Jae membaca rekam medis para pasien yang pernah berobat ke RS kapal dan ia tak sengaja menemukan rekam medis atas nama ibunya, Oh Hye Jung. Eun Jae membaca secara teliti rekam medis itu takut ada kesalahan atau apa.

Eun Jae kaget dan langsung memegang dadanya, tapi ia tetap tidak menangis. Ia teringat saat ia tidak bisa melakukan apa-apa ketika ibunya sekarat dan hanya mengacuhkan ibunya.

Eun Jae samar-samar mendengar nama Ibunya dipanggil Ah Rim untuk masuk ke ruang dokter penyakit dalam. Eun Jae berjalan ke sana, ia membayangkan ibunya sedang diperiksa oleh Hyun.

Eun Jae bergumam "Di sinilah terakhir kali dia dirawat. Apa itu sangat sakit?"

Ibu Eun Jae menghadap ke pintu dan tersenyum pada Eun Jae, Eun Jae membalas senyunya. Namun tiba-tiba bayangan itu hilang, Eun Jae tidak bisa melihat ibunya lagidi sana.

Besoknya, Hyun bertanya kepada Eun Jae, apa mereka pernah bertemu sebelumnya, ia tertarik masuk ke ruangan Eun Jae karena ruangannya sungguh berbeda dari kemarin, ini sudah sangat bersih.

Hyun bertanya "Apa kita pernah bertemu? Kau pernah melihatku?"

Dengan acuh jae Eun menjawa "Tidak, aku tidak pernah bertemu denganmu sebelumnya." dan langsung meninggalkan Hyun tanpa pamit.

Jae Geol dan Joon Young muncul setelahnya, mereka mempraktekkan bagaimana Hyun bertanya dan bagaimana Eun Jae menjawab. Kemudian Mereka berdua asyik menerketawakannya.

Jae Geol bertanya "Apa kau sungguh pernah bertemu dengannya? Apa kau memukulnya?" Joon Hyun berkata "Tidak. Bukan begitu." lalu ia berjalan ke ruangannya. Joon Hyoung"Dia bohong." Kata Joon Young.

Hyun yakin dia pernah melihat Eun Jae sebelumnya tapi dimana. Kemudian Hyun menemukan foto pemberian Ibu Eun Jae diatas colokan dan dia baru ingat bahwa ibunya yang memberikan Foto Eun Jae dan lewat foto itulah dia melihat Eun Jae sebelumnya.

Perawat Pyo menunjukkan majalah yang menampilkan Eun Jae kepada Won Gong, sebenarnya Perawat Pyo merasa tidak asing dengan Eun Jae dan ternyata Eun Jae adalah dokter hebat yang ada di majakah itu.

Perawat Pyo bertanya "Apa yang terjadi? Bagaimana kau bisa merekrut ahli bedah terbaik di rumah sakit besar Seoul?".

Won Gong akan menjelaskannya tapi dia teringat permintaan Eun Jae untuk merahasiakan kenapa ia bisa berada di rumah sakit kapal dan apa yang terjadi pada pekerjaannya sebelumnya. Jadi Won Gong hanya menjawab kalau itu adalah rahasia jadi tidak bisa mengatakannya.

Hyun masuk ke ruangan Eun Jae dan menunjukkan foto Eun Jae, ia meminta konfirmasi dari Eun Jae. Kemudian Hyun bertanya lagi, kapan foto itu diambil?

Eun Jae menjawab "Tujuh tahun lalu." Hyun bilang "Itu sebabnya aku tidak langsung mengenalimu. Dibandingkan dengan ini, sekarang kau sedikit..."

Eun Jae bilang "Apa ini?" "Apa maksudmu?" "Kenapa kau punya foto itu?" Kemudian Eun Jae langsung merebut paksa fotonya dari Hyun.

Joon Young menunjukkan artikel mengenai Eun Jae kepada Jae Geol. Mereka berdua mengakui kehebatan Eun Jae setelah membaca artikel itu. Tapi Jae Geol heran, kenapa Joon Young peduli pada Eun Jae.

Joon Young bilang "Dia tipeku. Mempunyai Tubuh yang bagus, wajah yang cantik. Dia sedikit menakutkan, tapi itu bisa jadi pesonanya. Aku bingung kenapa dia disini. Jika seseorang yang terkenal seperti ini bekerja di rumah sakit kapal, itu pasti masalah besar. Aku akan memeriksa latar belakangnya dan..."

Jaeo Geol membenatak Joon Young untuk berhenti berkata. Kemudain Joon Young protes, emangnya kenapa? Jae Geol meberi saran kepadanya "Buat dia cerita langsung padamu. Jika kau sudah tahu semuanya, dia akan melarikan diri."
Joon Young bilang "Aku rasa dia tidak begitu." "Dengarkan aku."


Hyun menjelaskan kalau ibu Eun Jae ingin mengatur kencan buta untuk mereka. Tanpa melihat ekspresi Eun Jae, Hyun terus bicara, ia mengijinkan Eun Jae menyukainya mulai hari ini, tapi kompetisi ini sulit. Kapal mereka mengunjungi 26 pulau, setidaknya ada dua ibu mertua di setiap pulau jadi kemungkinan 52 lawan 1. Kamu harus bersiap bersaing dengan para gadi yang ada di 26 pulau.

Eun Jae meminta Hyun keluar dari ruangannya "Bisa tinggalkan aku?" kemudian Hyun bertanya "Bagaimana keadaan ibumu? Apa dia baik-baik saja?"

Eun Jae tak menjawab pertanyaannya, dia hanya diam saja dan memandang Hyun kesal. Won Gong datang tiba-tiba dan langsung menjewer Hyun dan membawanya ke atas.

Hyun tidak tahu kalau Ibu Eun Jae sudah meninggal. Won Gon kesal karena Hyun tidak bisa berhati-hati dalam berkata. Ia langsung meninggalkan Hyun dan kembali ke bawah.

Tak sengaja Joon Young dan Jae Geol melihat mereka. Jae Geol menunjukkan pada Joon Young, itulah yang akan terjadi pada Joon Young juga.

Joon Young berkata dengan sangat yakin "Ibunya meninggal dan itu sebabnya dia meninggalkan semuanya untuk bergabung dengan tim kita. Itulah mengapa.. aku sudah membuat keputusan. Aku akan melindungi Dokter Song."

Kapten Bang mendadak bilang pada Won Gong kalau ia ingin Eun Jae pergi dari RS mereka secepatnya. Won Gong tidak mengerti,  Kapten bang lihat sendiri kalau Eun Jae sudah menyelamatkan pasien.

Kapten Bang tahu hal itu, masalahnya adalah mereka tidak memiliki anggran untuk daftar alat-alat yang Eun Jae minta. Mereka tidak akan bisa berlayar jika membeli semua itu. Apa mereka harus menggunakan air laut sebagai bahan bakar?

Won Gong menjelaskan, apa yang terjadi kemarin barulah permulaan, Eun Jae akan mencetak gol besar suatu hari nanti. Hanya menunggu waktu saja sebelum mereka menjadi bintang. Setelah itu.. Gubernur dan anggota dewan akan berbaris.

Kapten bang bertanya "Untuk apa?". "Mengapa lagi? Untuk mengambil foto bersama kita." "Benarkah?"
Won Gong bilang "Mereka akan meminta foto dan kita harus bicara kalau tidak ada yang gratis. Mereka harus memberi kita anggaran." Kapten masih belum yakin dengan apa yang dikatakan Won Gong "Apa begitu?"

Woon Gong meyakinkan dia "Percayalah padaku dan diam. Aku sudah merencanakan semuanya." Kemudian Won Gong menunjukkan orang-orang dari stasiun TV yang akan merekam mereka untuk membuat film dokumenter. Mereka harus masuk TV untuk menjadi bintang. Kapten bang menanggapinya "ohhh.. Begitukah cara kerjanya?"

Hyun melihat Eun Jae mengganti lampu ruang Oerasi sendirian. Ia bertanya, kenapa Eun Jae, kamu melakukannya sendiri? Eun Jae menjawab kalau ia punya tangan ya bisa dilakuakn sendirian tanpa bantuan orang lain. Eun Jae hendak mengambil sesuatu dan Hyun membantunya.

Hyun berkata dengan ragu "Begini.. Jadi begini..". "Kau mau minta maaf? Tidak perlu. Kau hanya berbicara apa yang kau tahu, dan aku sama sekali tidak peduli." Kemudian Eun Jae menyuruh Hyun keluar.

Eun Jae menggerutu di ruangannya, ia tidak tahu kalau ibunya sudah meninggal. Apa Eun Jae harus sedingin itu kepadanya?

Ah Rim mendekati Eun Jae, ia mengulurkan minuman dan memaksa Eun Jae untuk menerimanya. Ah Rim mengakui kalau ia tersentuh dengan operasi Eun Jae kemarin, ia sudah menonton semua drama medis seperti "ER", "House", dan "Anatomi Grey" dan akhirnya dia memutuskan menjadi perawat.

"Aku ingin merasakan kesenangan menyelamatkan nyawa dilingkungan yang buruk seperti ini. Mimpiku menjadi kenyataan kemarin."

Eun Jae mengatakan keapda perawat Ah Rim "Perawat Yoo Ah Rim. Bagaimana kamu tahu namaku? Eun Jae melihat ke arah nametag Ah Rim, dan membuat Ah Rim mendapat jawaban atas pertanyaannya. Eun Jae lelu bertanya, hari ini mereka merawat pasien di darat, bukan? "Bagaimana kamu bisa tahu? Aku pikir kamu hanya bisa operasi dengan cepat, tapi kamu juga cepat tanggap." "Dan aku kasihan padamu."

Ah Rim bingung, "Apa?" Eun Jae keluar dari ruang operasi, ia berjalan ke kiri tapi kemudian balik arah menuju ke kanan. Dan Ah Rim mengikutinya.

Eun Jae menunjukkan tempat peralatan yang harus mereka bawa ke darat. Eun Jae memastikan, Ah Rim yang  bertanggung jawab atas urusan pertolongan pertama, bukan? Ah Rim membenarkannya. "Dimana lidocaine (obat bius), cairan infus, dan betadine?" "Aku lupa memasukkannya."

Eun Jae menegaskan “Bukankah kau tahu, kesalahan tim medis bisa membuat hidup orang dalam bahaya? Alat manual tidak untuk dipajang. tapi untuk dipakai."

Ah Rim menggerutu dengan perlakuan Eun Jae padanya tadi di ruang perawat. Perawat Pyo tidak mengerti, soalnya selama ini Ah Rim sangat senang bila ada yang lebih baik dari Dokter Greene (Dokter fiksi dalam drama ER) yang bergabung dengan mereka. Perawat Pyo bertanya "Apa sulit bagimu untuk menurutinya? Apa kau lebih memilih dokter pria pemalas itu?" "Ah Perawat Pyo”

Petugas RS Kapal naik perahu untuk mencapai pulau yang harus mereka singgahi selanjutnya. Joon Young mencoba bicara dengan Eun Jae, dan berkata kalau mereka akan menggelar pesta selamat datang di asrama hari ini. Ah Rim menyela, apa ia tidak diberitahu tentang itu, itu ide siapa?

Joon Young bilang "Aku. Bagaimana? Kalian setuju, bukan?" akhirnya Perawat Pyo menyetujuinya, mereka bisa minum-minum untuk menyambut anggota baru. Won Gong juga setuju.

Joon Young kembali bertanya pada Eun Jae, apa yang Eun Jae suka nanti ia akan menyiapkannya. Eun Jae hanya diam saja, Joon Young bertanya lagi, tidak adakah makanan yang Eun Jae suka. Eun Jae  menjawab Eun Jae dengan dingin "Tidak."  Joon Young pun berhenti bertanya kepada Eun Jae.

Pak kepala desa menginformasikan kepada para warganya bahwa Rumah sakit kapal akan tiba di desa mereka, Kades berharap para warga segera berkumpul di balai desa.

Setelah turun dari perahu, Eun Jae dan Hyun mendengar suara panik warga, mereka langsung berlari ke sumber suara. Perawat Pyo menyampaikan kalau Kades mengidap angina (angin duduk). Hyun berteriak, meminta Perawat Pyo untuk menghubungi Penjaga Pantai terlebih dahulu.

Tim dokumenter memutuskan untuk mengikuti mereka. Hyun membawakan tas Eun Jae agar mereka bisa sampai lebih cepat.

Pasien mereka (Kepala Desa) tidak sadarkan diri. Eun Jae menyuruh Hyun untuk memberikan Intubasi (penempatan tabung plastik fleksibel untuk melindungi dan memperbaiki jalan nafas).

Hyun mengecek alatnya dan itu berfungsi tapi ia tidak kunjung melakukannya. Pikirannya melayang pada kejadian beberapa tahun lalu yang mengakibatkannya trauma.

Kilas balik ditampilkan, Hyun buru-buru ke ruangan seorang pasien, dimana disana ada dokter yang sedang berusaha mengembalikan detak jantung pasien itu menggunakan defibrilator (alat kejut jantung), tapi mereka gagal. Dan akhirnya Pasien itu tak terselamatkan.

Kemudian Hyun dimarahi oleh dokter itu, dan dia juga samapi dipukul oleh dokter. Dokter itu bilang "Bagaimana kau bisa menyebut dirimu dokter? Biar aku perjelas. Pasien mati karenamu. Kau bukanlah seorang dokter."

Kemudian Eun Jae menyadarkan Hyun dengan memanggil-manggil Hyun sampai ingatan masa lalunya hilang dari pikiran Hyun asaat itu, Hyun akhirnya menatap Eun Jae.

Kemudian mereka mendengar panggilan dari petugas RS yang lain yang sedang berlari menuju ke arah mereka.

Eun Jae menyuruh Hyun minggir, ia akan melakukan intubasi dan Hyun hanya memeriksa jantungnya dan periksa perutnya.

Hyun pun melakukan sesuai apa yang Eun Jae perintahkan. Sesekali Eun Jae melirik Hyun, dia penasaran kenapa Hyun tadi bengong.

Petugas yang lain sampai ke lokasi, mereka menyampaikan kalau Petugas Pantai akan segera datang. Sementara para perawat membantu Hyun dan Eun Jae, Won Gong menenangkan istri pasien bahwa semuanya akan baik-baik saja. Sementara itu, kru film dokumenter sedang mengabadikan momen itu.

Eun Jae memasukkan selang kecil ke dada pasien, sementara itu, Hyun menemukan sesuatu yang janggal, ia menduga terjadi aneurisma aorta perut (kondisi yang disebabkan membesarnya daerah aorta bagian bawah). Kemudian Ia memeriksa tekanan darah pasien dan mendapati tekanan darahnya terlalu rendah dan semakin turun. Itu berarti....

Eun Jae yakin dan mengatakan "Mungkin sudah pecah." Jawab Eun Jae, lalu memeriksanya. "Aku harus membukanya sekarang juga." dan akhirnya mereka melakukan pembedahan di ruang terbuka itu untuk menemukan aorta yang pecah lalu menjepitnya untuk menghindari dampak lainnya.

BERSAMBUNG KE EPISODE 4 PART 1 SELANJUTNYA>>

<< SINOPSIS HOSPITAL SHIP EPISODE 3 PART 1 SEBELUMNYA